Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hitung PPH Panduan Perhitungan Gaji Gross Karyawan

 Menghitung Gaji Gross karyawan - atau menghitung PPH,  Perusahaan harus memberikan hak karyawan tersebut sesuai dengan ketentuan UMR yang berlaku sehingga karyawan tidak mendapatkan gaji yang lebih rendah. Karyawan juga memiliki membayar pajak atas penghasilan yang mereka dapatkan. Penghitungan gaji gross karyawan biasanya langsung dilakukan oleh perusahaan sehingga karyawan tidak perlu bingung menghitung pajak yang harus dibayar.

Bagaimana Cara Menghitung Gaji Gross Karyawan Belum Menikah?

Agar memudahkan Anda dalam memahami perhitungan gaji gross maka silahkan simak simulasi berikut.

Sani adalah seorang karyawan disebuah perusahaan besar dan masih belum menikah. Gaji bulanan yang ia dapat yaitu sebesar Rp. 10.500.000. Maka perhitungan gaji gross Sinta adalah sebagai berikut.

Dengan menerima total gaji bulanan sebesar Rp. 9.596.667 tersebut maka Sinta tidak perlu lagi membayarkan pajak dan lain-lain. Semua potong tersebut telah ditanggung oleh Sinta semua.

Bagaimana Cara Menghitung Gaji Gross Up?

Cara menghitung gaji gross up tidak jauh berbeda dari simulasi diatas. Hal yang membedakan yaitu PPH 21 yang dibayarkan. PPH 21 akan ditanggung oleh perusahaan dan juga karyawan dengan persentase yang sama yaitu 50%.


Pada tabel diatas Sinta harus membayar PPH 21 sebesar Rp. 483.333. Dengan perhitungan gross up maka PPH 21 yang harus dibayarkan oleh sinta yaitu sebesar Rp. 241.667. Agar lebih mudah silahkan simak tabel dibawah ini.

Apa Saja Komponen Upah Karyawan?

Pemerintah telah mengelompokkan beberapa komponen upah dan non upah karyawan. Hal tersebut juga diatur dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia. No edaran tersebut yaitu SE/07/MEN/1990. Berikut adalah komponen upah yang tercantum dalam edaran.

  1. Upah pokok yaitu hak karyawan yang harus diberikan oleh perusahaan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Umumnya, besar upah pokok minimal yaitu 75 % dari total gaji bersih setiap bulan.
  2. Tunjangan tetap yaitu dana yang atau pembayaran yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam waktu yang bersamaan dengan pemberian upah pokok.
  3. Tunjangan tidak tetap yaitu pembiayaan yang dikeluarkan oleh perusahaan pada waktu tertentu. Dengan demikian, pembayaran tunjangan tidak tetap bisa berbeda dengan pembayaran upah tetap.

Perusahaan juga akan melakukan pemotongan terhadap gaji karyawan. Pemotongan upah karyawan juga berlandaskan undang-undang ketenagakerjaan. Berikut merupakan beberapa potongan yang dilakukan oleh perusahaan.

  1. Potongan untuk pajak penghasilan.
  2. Potongan iuran yang meliputi asuransi kesehatan, asuransi ketenagakerjaan dan juga iuran dana pensiun.
  3. Potongan lain-lain yaitu apabila karyawan tidak masuk kerja tanpa ada izin yang jelas atau merugikan perusahaan. 
  4. Selain itu, ada beberapa kondisi yang mewajibkan perusahaan agar tetap membayar gaji karyawan diantaranya adalah:
  5. Karyawan sedang sakit.
  6. Karyawan wanita yang sakit karena haid hari pertama.
  7. Karyawan tidak masuk kerja karena keluarga atau saudara meninggal.
  8. Karyawan yang sedang menjalankan kewajiban Negara.
  9. Karyawan yang libur karena beribadah di hari besar keagamaan.
  10. Karyawan yang sedang menempuh pendidikan tugas dari perusahaan.
  11. Karyawan yang sedang cuti.

Meta deskripsi :

 Karyawan hanya perlu membayarkan PPH 21 sebesar 50% berdasarkan perhitungan gaji gross. Penetapan upah karyawan memiliki beberapa komponen penting dan sudah diatur oleh pemerintah.