Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pesangon Karyawan Korban PHK Berikut Contohnya Perhitunganya

Untuk para karyawan yang Kena PHK, Jangan sampai di rugikan karena hasil Pesangon PHK tidak sesuai dengan hak kalian. Beberapa perusahaan yang dimaksud adalah perusahaan milik negara, perusahaan milik swasta, perusahaan milik perseorangan, perusahaan yang berbadan hukum atau bukan.

Salah satu cara yang dilakukan adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Opsi ini menjadi pilihan terakhir perusahaan karena tidak ada jalan lain yang bisa diambil.Perhitungan pesangon karyawan telah ditentukan. Tergantung dari masa kerja karyawan yang mengalami PHK.

Uang pesangon sendiri adalah kompensasi yang diterima oleh karyawan ketika dirinya mengalami pemutusan kerja oleh perusahaan tertentu. Perusahaan wajib memberikan pesangon sebagaimana diatur dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 150. Bukan hanya perusahaan besar saja, tetapi semua jenis perusahaan wajib memberikan pesangon bagi karyawan yang kena PHK.

Bagaimana Contoh Menghitung Pesangon?

Anda telah mengetahui besaran pesangon yang seharusnya diterima oleh karyawan yang di-PHK. Jika masih merasa bingung, salah satu contoh kasus di bawah ini bisa Anda jadikan sebagai referensi:

Iwan faozan bekerja si suatu perusahaan, sebut saja perusahaan CDE. Gaji pokok yang diterima oleh Agus sebesar Rp.4.500.000 serta tunjangan untuk makan sebesar Rp. 300.000. Kemudian, setelah bekerja di perusahaan ABC selama 7 tahun 7 bulan Iwan terkena PHK dari perusahaan. Kira-kira berapa besar jumlah pesangon yang akan diterima oleh Iwan?

Agus telah bekerja selama 7 tahun lebih tetapi tidak sampai 8 tahun. Uang pesangonnya adalah:

7 x (gaji pokok x tunjangan) = 7 x (Rp. 4.500.000 + Rp. 300.000) = Rp. 31.800.000

Selain memperoleh pesangon, karyawan yang kena PHK juga berhak mendapatkan uang penghargaan masa kerja (UPMK), serta uang penggantian hak (UPH).

Dalam kasus di atas, UPMK yang akan diterima iwan karena bekerja selama 7 tahun lebih adalah 3 bulan upah. Sehingga:

(Gaji pokok + tunjangan) x 3 = Rp. 4.700.000 x 3 = Rp. 14.100.000

Kendati demikian, PHK merupakan momok bagi para karyawan. Pada umumnya, PHK akan dipilih sebagai jalan terakhir apabila sudah tidak ada opsi lainnya lagi. Semoga cara perhitungan pesangon karyawan dan contoh kasus di atas bisa bermanfaat untuk Anda.

Bagaimana Cara Menghitung Pesangon?

Besarnya uang pesangon yang akan didapatkan oleh karyawan tergantung dari masa kerjanya. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat (2), perhitungannya adalah sebagai berikut:

  1. Jika masa kerjanya kurang dari 1 tahun, maka pesangonnya 1 bulan upah.
  2. Jika masa kerjanya selama 1 tahun atau lebih dan belum sampai 2 tahun, maka pesangonnya 2 bulan upah.
  3. Jika masa kerjanya selama 2 tahun atau lebih tetapi tidak sampai 3 tahun, maka pesangonnya 3 bulan upah.
  4. Jika masa kerjanya 3 tahun atau lebih tetapi belum sampai 4 tahun, maka pesangonnya 4 bulan upah.
  5. Jika masa kerjanya 4 tahun atau lebih tetapi belum sampai 5 tahun, maka pesangonnya 5 bulan upah.
  6. Jika masa kerjanya 5 tahun atau lebih tetapi belum sampai 6 tahun, maka pesangonnya 6 bulan upah.
  7. Jika masa kerjanya 6 tahun atau lebih tetapi belum sampai 7 tahun, maka pesangonnya 7 bulan upah.
  8. Jika masa kerjanya 7 tahun atau lebih tetapi belum sampai 8 tahun, maka pesangonnya 8 bulan upah.
  9. Jika masa kerjanya 8 tahun atau lebih, maka pesangonnya 9 bulan upah.

Meta Deskripsi:

Hal itu ditentukan oleh lama kerja seorang karyawan dalam perusahaan. Lebih jelasnya, kamu bisa langsung lihat penjelasannya.