6 LANGKAH PENCEGAHAN OSTEOPOROSIS AGAR TULANG TETAP KUAT

 Osteoporosis sering kali identik dengan lanjut usia (lansia). Akan tetapi, penyakit pengeroposan tulang ini sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Oleh sebab itu kesehatan tulang bukan hal yang bisa diremehkan. Berbagai upaya pencegahan terhadap penyakit yang menggangggu sistem gerak pada manusia ini perlu dilakukan sejak dini. Lalu, apa ya kira-kira yang bisa dilakukan jika tidak ingin mengalami osteoporosis? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini. 



Langkah-langkah pencegahan osteoporosis 

Anda tentu ingin memiliki tulang yang sehat dan kuat, terlebih saat memasuki usia lanjut. Apalagi, semakin bertambah usia, semakin tinggi pula risiko mengalami gangguan muskuloskeletal yang satu ini. Oleh sebab itu, praktikkan beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebagai pencegahan terhadap osteoporosis sekaligus menjaga tulang tetap kuat. 

1. Rutin berolahraga 

latihan angkat beban untuk pemula 

Pencegahan terhadap osteoporosis bisa dilakukan dengan rutin berolahraga. Semakin aktif Anda bergerak dan berolahraga, kepadatan dan kekuatan tulang akan semakin meningkat. 

Oleh karena itu, aktivitas fisik selama masa kanak-kanak dan remaja sangat dianjurkan karena menjadi bekal agar tulang tetap kuat di masa depan. Pada usia 30 tahun kepadatan tulang mencapai puncak maksimalnya. 

Salah satu cara olahraga terbaik untuk mencegah osteoporosis yaitu dengan melalukan latihan beban (weight bearing) dan latihan ketahanan. Jenis olahraga ini bisa dilakukan untuk pencegahan osteoporosis untuk anak hingga dewasa. 

Latihan beban adalah latihan yang dilakukan dengan membawa beban tubuh melawan gravitasi. Olahraga lari, aerobik, climbing, dan tenis adalah jenis latihan beban yang bisa dilakukan. 

Sementara itu, latihan ketahanan adalah olahraga yang bertujuan untuk memperkuat otot dan membangun tulang. Ketika Anda memiliki otot yang kuat, keseimbangan tubuh akan terjaga sehingga meminimalkan risiko untuk jatuh dan cedera. Angkat beban termasuk salah satu contoh latihan ketahanan yang bisa Anda coba praktikkan. 

Ada juga pilihan olahraga untuk anak-anak, seperti olahraga berjalan, berlari, dan memanjat untuk anak berusia di bawah 6 tahun. Sementara itu, anak dengan usia 6 tahun ke atas bisa rutin melakukan aktivitas olahraga yang lebih beragam, mulai dari lompat bone, olahraga bola, panjat tebing, hingga olahraga yang menggunakan raket atau menari

Anda juga bisa menerapkan gerakan senam sehat untuk penderita stroke. Meski dilakukan oleh orang yang telah mengalami stroke, tak ada salahnya Anda menerapkan senam sehat untuk upaya pencegahan.

2. Konsumsi nutrient D 

Nutrient D dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium dan juga meningkatkan kesehatan tulang. Salah satu cara memenuhi kebutuhan nutrient D adalah rutin berjemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 10-15 menit lamanya. Namun, pastikan untuk selalu menggunakan tabir surya saat 'berhadapan' dengan sinar matahari, ya. 

Selain dari cahaya matahari, Anda juga bisa mendapatkan asupan nutrient D untuk mencegah osteoporosis dengan mengonsumsi makanan atau suplemen. Kebutuhan nutrient D harian untuk usia 51-70 tahun adalah 600 worldwide unit (IU). Sementara, setelah memasuki usia 70 tahun ke atas, kebutuhan itu meningkat hingga 800 IU. 

Makanan yang baik sebagai sumber nutrient D adalah ikan seperti salmon dan fish. Selain itu, jamur, telur, susu, dan sereal juga dapat membantu Anda meningkatkan asupan nutrient ini. Sementara itu, tanyakan kepada dokter mengenai penggunaan suplemen nutrient D untuk pencegahan osteoporosis. 

Kekurangan nutrient D dapat menjadi faktor penyebab terjadinya pengeroposan tulang. Maka itu, pencegahan dari osteporosis bisa dilakukan memenuhi kebutuhan tubuh akan nutrient D setiap hari.

3. Perbanyak asupan kalsium 

Kalsium adalah nutrisi yang baik untuk mempertahankan tulang yang sehat dan kuat serta mencegah patah tulang karena osteoporosis. Maka itu, jangan sampai Anda kekurangan kalsium di dalam tubuh. Setidaknya, penuhi kebutuhan kalsium harian Anda. 

Jika Anda termasuk ke dalam kelompok usia 18-50 tahun, tubuh membutuhkan 1000 miligram (mg) kalsium setiap hari. Setelah wanita menginjak usia lebih dari 50 tahun dan pria memasuki usia 70 tahun, kebutuhan kalsium Anda meningkat, yaitu hingga 1200 mg setiap hari. 

Anda bisa memenuhi kebutuhan kalsium sebagai upaya pencegahan terhadap osteoporosis dengan mengonsumsi makanan kaya kalsium, seperti: 

Berbagai produk olahan susu yang rendah lemak. 

  • Kacang almond. 
  • Sayuran hijau. 
  • Ikan salmon dan sarden kalengan. 
  • Sereal tinggi kalsium. 
  • Jus jeruk. 
  • Produk olahan kedelai, seperti tahu. 

Anda juga bisa mengonsumsi suplemen kalsium jika merasa tidak bisa memenuhi kebutuhan kalsium dari makanan. Namun, lebih baik penggunaan suplemen ini dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

4. Penuhi kebutuhan protein 

Sekitar 50 persen tulang terbuat dari protein. Nah, kalau Anda ingin tulang tetap sehat dan kuat, Anda wajib memenuhi kebutuhan protein harian Anda. 

Asupan protein yang rendah dapat mengurangi penyerapan kalsium pada tulang. Akibatnya, expositions pembentukan tulang terhambat dan tulang jadi mudah rapuh. 

Maka itu, jika ingin melakukan pencegahan terhadap osteoporosis, penuhi kebutuhan protein harian Anda dengan makan makanan sumber protein yang baik seperti ikan, daging, telur, keju, susu, dan sebagainya. Diet tinggi kalori dan protein juga dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus mempertahankan massa tulang Anda. 

5. Jaga berat badan sehat 

Selain dengan makan makanan bergizi dan olahraga, menjaga berat badan juga tak kalah penting untuk menjaga kesehatan tulang. Pasalnya, orang yang berat badannya kurang berisiko osteopenia dan osteoporosis. 

Berat badan rendah merupakan faktor utama penyebab turunnya kepadatan tulang dan pengeroposan tulang. Biasanya, hal ini terjadi pada wanita yang sudah mengalami menopause sebagai efek penurunan hormon estrogen. 

Maka itu, jaga berat badan Anda tetap ideal untuk melindungi kesehatan tulang. Ideal atau tidaknya berat badan Anda bisa ditentukan menggunakan kalkulator BMI atau di bit.ly/indeksmassatubuh

6. Hindari merokok 

Menurut National Osteoporosis Foundation, kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko osteoporosis. Maka itu, jika Anda seorang perokok, lebih baik berhenti dan praktekkan gaya hidup sehat untuk tulang, misalnya mengonsumsi makanan penguat tulang. 

Jangan sampai Anda menunggu munculnya gejala osteoporosis terlebih dahulu untuk menerapkan hidup sehat dan berhenti merokok. Tentu lebih baik mencegah daripada harus menjalani pengobatan untuk tulang keropos